PERISTIWA (FACT)
Latar Belakang
Sebelum merancang sebuah program yang berdampak pada murid, seorang CGP harus mampu memetakan potensi yang dimiliki oleh sekolah. Penerapan Asset-Based Community Development (ABCD) atau Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) memungkinkan guru untuk mewujudkan perubahan di sekolahnya. Pendekatan ini mendorong guru untuk menggali aset atau kekuatan atau potensi yang dimiliki sekolahnya. Dengan fokus untuk memberdayakan aset yang dimiliki, maka kelemahan menjadi tidak relevan lagi, sehingga tujuan pun dapat dicapai.
Yang paling kami banggakan dari sekolah kami adalah bahwa sekolah kami merupakan sekolah kejuruan yang memiliki empat (4) program keahlian yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kami, yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Artinya, siswa kami memiliki keberagaman bakat dan minat.
Yang paling kami banggakan dari murid-murid kami adalah bahwa mereka sangat senang mengerjakan proyek, berperan aktif dalam kegiatan kerohanian, kesenian dan olahraga. Sejak pandemi melanda negeri, hal ini menjadi luput dari perhatian sekolah. Saatnya sekolah memberi wadah bagi murid-murid untuk berkarya melalui bakat dan minat mereka.
Sebelum pandemi, sekolah memang sudah pernah merancang dan melaksanakan program di mana siswa bebas mengekspresikan bakat dan minat mereka, namun program itu belum sepenuhnya menumbuhkembangkan kepemimpinan murid. Di dalam perencanaan dan pelaksanaannya, guru masih memegang kendali penuh atas program itu.
Melalui program sekolah yang diprakarsai oleh CGP ini, diharapkan kepemimpinan murid ditumbuhkembangkan guna mencapai profil pelajar Pancasila melalui mengekspresikan bakat dan minat mereka.
Di sini, CGP memprakarsai sebuah program “BIMA SAKTI” yang merupakan akronim dari Bina Minat Semangatkan Hati. Tajuk Bima Sakti bukan secara kebetulan dijadikan sebagai nama dari program ini. Berangkat dari pemahaman bahwa siswa memiliki kodrat masing-masing dengan segala potensi yang dimiliki, saatnya sekolah menjadi rumah bagi pengembangan bakat dan minat anak yang beragam itu. Minat dan bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir, inilah kodrat yang dimiliki anak. Setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. Galaksi Bima Sakti adalah rumah untuk tata surya kita, di mana terdapat planet-planet dengan karakteristik masing-masing namun itulah yang membuat tata surya tetap harmonis. Galaksi itu ibarat sekolah, yang merupakan rumah bagi anak dengan berbagai keunikan bakat dan minat masing-masing, dan planet itu ibarat anak.
Oleh karena itu, penting untuk sekolah juga mengapresiasi bakat dan minat anak tersebut selain kemampuan akademiknya sehingga bakat/minat itu tidak hanya sebatas potensi, namun benar-benar teraktualisasi di lingkungan yang mendukung tumbuh kembang bakat dan minat itu sendiri.
Dengan aset yang dimiliki sekolah yaitu kepala sekolah, wakasek dan wali kelas yang kolaboratif, murid yang tertarik mengekspresikan diri melalui seni dan olahraga, lapangan yang luas dan sarana prasarana pendukung lainnya, dan warisan budaya akan mendukung jalannya program ini.
Melalui Program BIMA SAKTI (Bina Minat Semangatkan Hati) sekolah menumbuhkembangkan lingkungan yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya .
Melalui program ini pula, suara, pilihan dan kepemilikan murid didorong guna menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dengan cara melibatkan murid dalam kegiatan ini secara langsung, memberi kebebasan bagi murid untuk berekspresi sesuai bakat dan minatnya serta mengatur bagaimana jalannya kegiatan.
Yang Dilakukan pada Aksi Nyata, Alasan Melaksanakan Aksi Nyata Tersebut, dan Hasilnya
Untuk memprakarsai perubahan melalui program sekolah yang berdampak pada murid ini, CGP melakukan aksi nyata sesuai dengan Tahapan BAGJA:
Melakukan curah pendapat dengan murid terkait Program Sekolah yang Berdampak pada Murid
Untuk mengetahui program seperti apa yang bisa dilakukan di sekolah guna menumbuhkembangkan kepemimpinan murid serta mencapai Profil Pelajar Pancasila, CGP perlu melakukan curah pendapat dengan murid. Hal ini dilakukan untuk sebagai tindakan untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan manajemen perubahan yang ingin diprakarsai oleh CGP. Pertanyaan itu berupa:- Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemandirian, kreativitas dan gotong royong murid guna mampu menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
- Apa pengalaman yang menyenangkan yang dialami murid saat menampilkan bakat dan minatnya?
- Bakat dan minat apa saja yang dimiliki anak saat ini?
- Bagaimana perasaan saya apabila bakat dan minat saya diapresiasi?
- Apa yang penting dilakukan agar bakat dan minat saya diapresiasi?
- Apa langkah-langkah untuk menyiapkan program apresiasi bakat dan minat murid?
- Kegiatan seperti apa yang akan ada dalam program tersebut?
- Bagaimana pelaksanaannya?
Hal ini dilakukan juga untuk melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan murid atas program sekolah.
Hasilnya adalah diperolehnya jawaban atas pertanyaan tersebut sehingga program yang dapat dilakukan dapat diputuskan bersama yaitu Program Sekolah Bima Sakti (Bina Minat Semangatkan Hati).
- Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemandirian, kreativitas dan gotong royong murid guna mampu menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
- Apa pengalaman yang menyenangkan yang dialami murid saat menampilkan bakat dan minatnya?
- Bakat dan minat apa saja yang dimiliki anak saat ini?
- Bagaimana perasaan saya apabila bakat dan minat saya diapresiasi?
- Apa yang penting dilakukan agar bakat dan minat saya diapresiasi?
- Apa langkah-langkah untuk menyiapkan program apresiasi bakat dan minat murid?
- Kegiatan seperti apa yang akan ada dalam program tersebut?
- Bagaimana pelaksanaannya?
Mengkomunikasikan rencana Program Sekolah dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Untuk mampu mengelola program sekolah yang berdampak pada murid, CGP harus memperluas lingkaran pengaruhnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membangun relasi, komunikasi, kolaborasi dan koordinasi dengan komunitas sekolah. Dalam hal program sekolah yang direncanakan, tidak lepas dari kendali Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. CGP melakukan diskusi dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan terkait rencana Program Sekolah "Bima Sakti". Dengan melakukan hal ini, program sekolah yang diprakasrsai oleh CGP dapat terlaksana dengan baik. Program Bima Sakti ini terpikir oleh CGP juga karena sudah memetakan aset yang dimiliki sekolah, salah satunya yaitu Wakil Kepala Sekolah yang kolaboratif dan berpihak pada murid. Hasilnya, beliau mendukung jalannya program dengan sangat antusias. Bahkan beliau selalu menayangkan kegiatan tersebut di platform media sosial sekolah. Hasilnya, ada salah satu kegiatan yang ditayangkan dalam siaran langsung melalui media sosial sekolah yang sudah ditonton oleh ribuan netizen dan sudah dibagi sebanyak 938 kali.
Melakukan curah pendapat dan diskusi dengan OSIS terkait Program Sekolah
Setelah melakukan curah pendapat dengan murid di kelas sebagai tindakan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun di Tahapan BAGJA, CGP melakukan curah pendapat dan diskusi dengan OSIS sebagai perwakilan seluruh siswa. Curah pendapat dilakukan sebagai tindakan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan:- Siapa saja yang akan dilibatkan dalam mewujudkan rencana ini?
- Apa saja peran masing-masing murid?
- Berapa lama dan kapan kita akan mulai mewujudkannya?
Hal ini juga dilakukan sebagai tindakan untuk melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan murid atas program ini.
Hasilnya adalah adanya ide untuk membentuk tim kerja dan pembagian peran serta kapan program ini akan dimulai.
- Siapa saja yang akan dilibatkan dalam mewujudkan rencana ini?
- Apa saja peran masing-masing murid?
- Berapa lama dan kapan kita akan mulai mewujudkannya?













Tidak ada komentar:
Posting Komentar