Selasa, 23 Mei 2023

Menyiapkan Asesmen Diagnostik

Asesmen diagnosis adalah asesmen awal pembelajaran.

Asesmen diagnosis adalah salah satu bentuk asesmen formatif yang bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar murid, untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan murid. Hasilnya dapat digunakan guru sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid.

Tahap penyusunan asesmen diagnostik:

  1. menganalisis rapor murid sebelumnya
  2. mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan (membuat indikator turunan dari setiap kompetesi, kemampuan prasyarat yang perlu dikuasai murid)
  3. menyusun instrumen
  4. menggali informasi tentang murid (latar belakang keluarga, motivasi, minat, ketersediaan sarana dan prasarana belajar)
  5. melaksanakan asesmen dan mengolah hasil
  6. menggunakan data hasil asesmen untuk merencanakan pembelajaran yang lebih  bermakna dan tepat sasaran, yaitu pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan karakteristik murid.





Format Asesmen

Murid bisa lebih diarahkan untuk proses belajar yang lebih bermakna, seperti merenungkan, merefleksikan, menganalisis dan menghubungkan pengetahuan dengan fenomena yang ada di sekitar.

Format asesmen dapat diklasifikasikan menjadi asesmen tradisional dan asesmen alternatif

Bentuk format asesmen tradisional: tes pilihan ganda, tes benar salah, soal isian pendek dan esai.

Kelemahan tes pilihan ganda: terbatas pada pengetahuan saja dalam waktu itu saja, cocok untuk recalling, pemahaman murid yang sudah diajarkan dengan cepat. Namun dapat digunakan secara optimal untuk mengukur pemahaman murid, dengan membuat bentuk soal yang lebih panjang dan bersifat analitik

Test esai dapat menguji kemampuan analitik melihat keterkaitan dan merefleksi murid atas pembelajaran sebelumnya. Penilaian menggunakan rubrik.

Format asesmen alternatif lebih mampu mengakomodir hal-hal yang tidak bisa diukur oleh asesmen tradisional.

Bentuk tes format asesmen alternatif adalah melalaui pertanyaan terbuka, bermain peran, demonstrasi, praktik langsung, eksperimen projek dan portofolio.

Metode Asesmen

Metode Asesmen

Assessment harus disesuaikan dengan kompetensi dan tujuan belajar murid. Assessment harus dirancang secara adil, proporsional, valid dan dapat dipercaya atau reliable untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya. Dalam pembelajaran paradigma baru guru diharapkan bisa melakukan asesmen yang berorientasi pada proses bukan sebatas hasil akhir saja.

Terdapat tiga pendekatan asesmen yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan yaitu asesmen diagnostic,  assessment formatif, dan asesmen summative.

Asesment as, for and of Learning

Asesmen merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar perkembangan dan pencapaian murid Biasanya kita mendengar kata asesmen yang segera dipikirkan guru adalah mengisi rapor dengan menyelesaikan rapor guru mendapatkan hasil belajar murid mulai dari nilai tertinggi dan terendah. Artinya yang menjadi acuan adalah nilai yang diperoleh murid. Akibatnya hasil assesment belum dimanfaatkan sebagai umpan balik dan bahan evaluasi guru untuk perbaikan kualitas pembelajaran.

Ada tiga kata yang berkaitan dengan fungsi assesment:

  1. Assessment as learning
  2. Assessment for learning dan 
  3. Assessment of learning

Memahami Asesmen sebagai Bukti Pembelajaran

Melalui pembelajaran dengan paradigma baru cara pandang terhadap proses pun bergeser. Assessment tidak lagi sekadar menjadi tahap pelaporan dan penilaian kemampuan murid tetapi dipandang sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar perkembangan dan pencapaian hasil belajar dengan demikian. 

Salah satu tujuan utama assessment adalah memantau atau memonitor kualitas pembelajaran dan asesmen bisa dimanfaatkan sebagai umpan balik perbaikan pembelajaran.

Jumat, 12 Mei 2023

Refleksi Hari Ke-13: Pembelajaran Bedah Buku Lokakarya dan Pendampingan Individu

Apa pelajaran yang diperoleh selama melakukan aktifitas Pmebelajaran Bedah Buku Lokakarya dan Pendampingan Individu?


Pelajaran yang saya peroleh hari ini:

A. Tentang Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak:

Seluruh aktivitas PP dan CGP pada kegiatan lokakarya dilakukan dengan merujuk pada Rencana Moderasi Lokakarya dan LMS, termasuk durasi, alat dan bahan yang digunakan, penguatan dan penilaian yang akan dilakukan.

Kamis, 11 Mei 2023

Refleksi Diri Modul Coaching

Question #1

Apa yang sudah Anda pahami dan dapat lakukan dengan baik?

  1. Memahami definisi coaching yaitu  “Hubungan kemitraan dengan klien, dalam suatu percakapan yang kreatif dan memicu pemikiran, untuk memaksimalkan potensi pribadi dan professional klien."

  2. Memahami Konsep Mindset Coaching yaitu: 

  • Focus pada coachee, 

  • Bersikap terbuka dan ingin tahu lebih banyak, 

  • Memiliki kesadaran diri yang kuat, 

  • Membantu coachee melihat peluang-peluang baru.

Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata - Penetapan Tujuan, Refleksi dan Umpan Balik Hari ke 12

Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata - Penetapan Tujuan, Refleksi dan Umpan Balik

Question #1

Tuliskan apa saja perubahan yang didapat Anda terhadap tujuan, refleksi dan umpan balik?


  1. Tadinya saya pikir penentuan tujuan itu sulit ternyata penentuan tujuan itu dapat dilakukan dengan menggunakan Golden Circle. Tujuan menjadi jelas dan dapat dilakukan dengan strategi dan langkah-langkah yang sudah tertuang di Golden Circle tersebut. Tujuan menjadi dapat tercapai dengan adanya strategi dan langkah-langkah yang nyata yang dapat dilakukan. Dengan penentuan tujuan ini saya dapat mengenali potensi diri, bergerak dengan cara kreatif, mendedikasikan waktu, konsisten menjalankan dan mengukur kemajuan saya.

Selasa, 09 Mei 2023

Refleksi Eksplorasi Konsep Hari Ke 11

 1. Hal-hal penting yang dipelajari pada saat sesi sinkron 1 dan 2:

  • Coaching itu adalah proses mengantarkan seseorang dari situasi saat ini ke situasi ideal yang diharapkan di masa depan melalui percakapan kreatif untuk memaksimalkan potensinya.
  • Coaching berbeda dengan pendekatan lainnya seperti fasilitasi, mentoring, counselling, training dari segi tujuan, sifat komunikasi, dan siapa penentu topiknya.
  • Prinsip coaching adalah kemitraan, percakapan kreatif dan memaksimalkan potensi
  • Mindset coaching: fokus pada coachee, bersikap terbuka dan ingin tahu lebih banyak, memiliki kesadaran diri yang kuat dan membantu coachee untuk melihat peluang-peluang baru.
  • Kompetensi coaching: presence (hadir utuh), mendengarkan aktif, mengajukan pertanyaan berbobot, mendengarkan dan bertanya dengan RASA (Receive, Acknowledge, Summarize, Ask)
  • Percakapan coaching dapat menggunakan alur TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggung Jawab)
2. Alur Percakapan coaching menggunakan alur TIRTA 

  • Tujuan: Pertanyaan diajukan untuk mendapat topik percakapan dan hasil percakapan
  • Identifikasi: Pertanyaan diajukan untuk membantu coachee mingidentifikasi dan memetakan situasi saat ini dan situasi yang diharapkan di masa depan
  • Rencana Aksi: Pertanyaan diajukan untuk mengeksplorasi gagasan/kemungkinan dan rencana
  • Tanggung Jawab: Pertanyaan diajukan untuk mengukuhkan komitmen coachee, dan untuk mengajak coachee menyimpulkan hal yang akan dilakukannya
3. Kompetensi yang harus dimiliki coach adalah:

  • Hadir utuh bagi coachee (presence)
  • Mendengarkan aktif dengan menghindari asumsi, judgment dan asosiasi
  • Mengajukan pertanyaan berbobot
  • Mendengarkan dan bertanya dengan RASA (Receive: menangkap kata kunci, Acknowledge: memberikan perhatian penuh, Summarize: merangkum informasi dan meminta konfirmasi dari coachee, Ask: mengajukan pertanyaan berdasarkan kata kunci, dan yang membuat pemahaman coachee lebih dalam dengan situasinya)

Refleksi Percakapan Coaching
  1. Untuk melakukan presence sebelum melakukan percakapan coaching adalah menenangkan hati dan pikiran dan fokus untuk melakukan percakapan coaching. Saat melakukan percakapan coaching, yaitu dengan fokus pada coachee, Fokus dengan apa yang disampaikannya saat menjawab pertanyaan, menangkap kata-kata kunci, melakukan parafrase dan melakukan konfirmasi.
  2. Yang sudah berjalan dengan baik adalah bahwa percakapan sudah sesuai dengan alur coaching TIRTA. Pertanyaan yang diajukan sudah sesuai dengan alur TIRTA.
  3. Yang perlu ditingkatkan adalah memanfaatkan waktu untuk menggali lebih banyak alternatif-alternatif yang muncul dari coachee dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berbobot yang sesuai.
  4. Saya akan berlatih dengan melakukan percakapan coaching dengan keluarga saya di rumah secara individu dan rekan rekan guru di sekolah.
  5. Coachee merasa senang dan puas. Akhirnya dia menemukan sendiri solusi yang dapat dilakukannya untuk mencapai situasi yang diharapkannya di masa depan.

Minggu, 07 Mei 2023

Aksi Nyata Hari 8

 Rancangan ATAP


Rancangan Tahapan BAGJA










Koneksi Antar Materi Hari Ke-9

 Koneksi Antar Materi


Bagaimana hubungan antara apa yang saya lakukan saat ini dengan apa yang telah saya pelajari sebelumnya?

Saat ini saya telah mencoba membuat rancangan prakarsa perubahan dengan rancangan ATAP dan tahapan BAGJA. Merancang prakarsa perubahan ini berhubungan dengan apa yang telah saya pelajari sebelumnya yaitu tentang pendidikan yang memerdekakan. Hubungannya adalah bahwa dalam memprakarsai perubahan, seorang pemimpin harus menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang memerdekakan di dalam kegiatan yang direncanakannya. Prakarsa perubahan itu haruslah memberi dampak positif bagi murid, dirancang sesuai dengan kebutuhan belajar dan keadaan murid, kepemimpinanan murid (suara, pilihan dan kepemilikan) haruslah juga diakomodir di dalam program yang dirancang tersebut, program tersebut juga haruslah mendorong tumbuh kembang potensi yang dimiliki murid. Tranformasi pendidikan untuk menerapkan pembelajaran yang memerdekakan dapat dilakukan di sekolah jika pemimpin menginisiasi prakarsa perubahan. Hal itu dapat terlaksana dengan merancang prakarsa perubahan itu di dalam rancangan ATAP dan tahapan BAGJA.

Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?

Ya. Apa yang telah saya pelajari telah mengubah pemikiran saya khususnya di dalam merancang prakarsa berubahan yang dilandaskan atas prinsip-prisip pembelajaran yang memerdekakan. Rancangan ATAP dan tahapan BAGJA memgubah pemikiran saya tentang cara memprakarsai perubahan yang melibatkan 3 elemen penting yaitu inisiatif/prakarsa perubahan, pemimpin dan pengikut. dengan menginisiasi prakarsa perubahan, seorang pemimpin akan mendapatkan pengikut. Memiliki lebih banyak pengikut akan membuat transformasi pendidikan semakin kokoh. Dan ternyata di dalam melakukan transformasi pendidikan tersebut tidak cukup hanya dengan memiliki jumlah pengikut yang banyak, seorang pemimpin juga harus mendampingi pengikutnya agat tranformasi pendidikan itu berhasil.

Jumat, 05 Mei 2023

Refleksi Hari ke 7

 Hari ini saya belajar:

  1. Ragam praktik pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pembelajaran yang memerdekakan.
  2. Membedakan praktik pembelajaran yang memerdekakan dengan yang bukan.
  3. Cara memprakarsai perubahan menggunakan rancangan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan). 

 Hal yang membuat tertarik hari ini ketika

Kamis, 04 Mei 2023

Refleksi Hari ke 6

Refleksi hari Ke-6 Menggunakan Model FSB:

Fridge: Sesuatu yang akan disimpan dan akan dipergunakan di kemudian hari.


Suitcase: Sesuatu yang akan dipergunakan dalam waktu dekat atau sesering mungkin.

  1. Merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid, yaitu pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi pembelajaran sosial emosional.
  2. Menumbuhkan student agency (kepemimpinan murid) dalam berbagai kegiatan/program di sekolah
  3. Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran termasuk menentukan tujuan belajar dan cara belajarnya sendiri dan memilih cara belajar yang nyaman baginya.


Bin: Sesuatu yang akan dibuang atau dihindari setelah hari ini.

  1. Memaksakan kehendak kepada murid, merasa paling tau apa yang terbaik buat mereka.
  2. Melakukan perlakuan yang sama untuk semua anak dalam pembelajaran
  3. Menentukan sendiri tujuan belajar siswa.

C1 Following the News - The Written Press

Following the News - The Written Press Most people enjoy reading a newspaper. They like to keep abreast of current events by reading one o...