Murid bisa lebih diarahkan untuk proses belajar yang lebih bermakna, seperti merenungkan, merefleksikan, menganalisis dan menghubungkan pengetahuan dengan fenomena yang ada di sekitar.
Format asesmen dapat diklasifikasikan menjadi asesmen tradisional dan asesmen alternatif
Bentuk format asesmen tradisional: tes pilihan ganda, tes benar salah, soal isian pendek dan esai.
Kelemahan tes pilihan ganda: terbatas pada pengetahuan saja dalam waktu itu saja, cocok untuk recalling, pemahaman murid yang sudah diajarkan dengan cepat. Namun dapat digunakan secara optimal untuk mengukur pemahaman murid, dengan membuat bentuk soal yang lebih panjang dan bersifat analitik
Test esai dapat menguji kemampuan analitik melihat keterkaitan dan merefleksi murid atas pembelajaran sebelumnya. Penilaian menggunakan rubrik.
Format asesmen alternatif lebih mampu mengakomodir hal-hal yang tidak bisa diukur oleh asesmen tradisional.
Bentuk tes format asesmen alternatif adalah melalaui pertanyaan terbuka, bermain peran, demonstrasi, praktik langsung, eksperimen projek dan portofolio.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar