1. Hal-hal penting yang dipelajari pada saat sesi sinkron 1 dan 2:
- Coaching itu adalah proses mengantarkan seseorang dari situasi saat ini ke situasi ideal yang diharapkan di masa depan melalui percakapan kreatif untuk memaksimalkan potensinya.
- Coaching berbeda dengan pendekatan lainnya seperti fasilitasi, mentoring, counselling, training dari segi tujuan, sifat komunikasi, dan siapa penentu topiknya.
- Prinsip coaching adalah kemitraan, percakapan kreatif dan memaksimalkan potensi
- Mindset coaching: fokus pada coachee, bersikap terbuka dan ingin tahu lebih banyak, memiliki kesadaran diri yang kuat dan membantu coachee untuk melihat peluang-peluang baru.
- Kompetensi coaching: presence (hadir utuh), mendengarkan aktif, mengajukan pertanyaan berbobot, mendengarkan dan bertanya dengan RASA (Receive, Acknowledge, Summarize, Ask)
- Percakapan coaching dapat menggunakan alur TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggung Jawab)
- Tujuan: Pertanyaan diajukan untuk mendapat topik percakapan dan hasil percakapan
- Identifikasi: Pertanyaan diajukan untuk membantu coachee mingidentifikasi dan memetakan situasi saat ini dan situasi yang diharapkan di masa depan
- Rencana Aksi: Pertanyaan diajukan untuk mengeksplorasi gagasan/kemungkinan dan rencana
- Tanggung Jawab: Pertanyaan diajukan untuk mengukuhkan komitmen coachee, dan untuk mengajak coachee menyimpulkan hal yang akan dilakukannya
- Hadir utuh bagi coachee (presence)
- Mendengarkan aktif dengan menghindari asumsi, judgment dan asosiasi
- Mengajukan pertanyaan berbobot
- Mendengarkan dan bertanya dengan RASA (Receive: menangkap kata kunci, Acknowledge: memberikan perhatian penuh, Summarize: merangkum informasi dan meminta konfirmasi dari coachee, Ask: mengajukan pertanyaan berdasarkan kata kunci, dan yang membuat pemahaman coachee lebih dalam dengan situasinya)
Refleksi Percakapan Coaching
- Untuk melakukan presence sebelum melakukan percakapan coaching adalah menenangkan hati dan pikiran dan fokus untuk melakukan percakapan coaching. Saat melakukan percakapan coaching, yaitu dengan fokus pada coachee, Fokus dengan apa yang disampaikannya saat menjawab pertanyaan, menangkap kata-kata kunci, melakukan parafrase dan melakukan konfirmasi.
- Yang sudah berjalan dengan baik adalah bahwa percakapan sudah sesuai dengan alur coaching TIRTA. Pertanyaan yang diajukan sudah sesuai dengan alur TIRTA.
- Yang perlu ditingkatkan adalah memanfaatkan waktu untuk menggali lebih banyak alternatif-alternatif yang muncul dari coachee dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berbobot yang sesuai.
- Saya akan berlatih dengan melakukan percakapan coaching dengan keluarga saya di rumah secara individu dan rekan rekan guru di sekolah.
- Coachee merasa senang dan puas. Akhirnya dia menemukan sendiri solusi yang dapat dilakukannya untuk mencapai situasi yang diharapkannya di masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar